Manusia yang hidup sudah sewajarnya memiliki cita-cita. Biasanya ujung dari semua cita-cita adalah memperoleh kesuksesan walaupun tiap orang memiliki cara yang berbeda. Cita-cita itu pulalah yang biasanya menjadi cambuk agar tetap berlari. Kenapa harus berlari? Pertanyaan yang bisa penting atau malah tak perlu dihiraukan. Karena setiap orang memang memiliki paradigma khas yang melekat dalam dirinya. Bisa jadi ada orang yang merasa harus berlomba dengan kompetitornya untuk mencapai kesuksesan, atau ada orang yang berjalan di tempat namun tetap santai. Perbedaan ini terletak pada sejauh mana individu memandang masa depannya. Pada umumnya orang yang “berlari” adalah ia yang memandang jauh ke depan. Hal ini terjadi karena jika diperhitungkan waktu yang tersisa dengan tujuan yang hendak dicapai menunjukan angka yang tidak proporsional. Sehingga waktu harus digunakan seefektif mungkin. Itulah alasan yang rasional mengapa orang sukses jarang membuang waktu sia-sia.
Ada hubungan yang cukup erat antara cita – cita dan cara pandang. Letaknya adalah pada seberapa luas seseorang memandang masa depan. Apakah hanya sebatas kesuksesan sesaat ataukah yang kekal. Setiap individu mempunyai hak penuh atas cara pandangnya terhadap masa depan. Sehingga makna cita – cita pun dapat menjadi sangat berbeda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar